Seri Cinta Rosulullah, Melatih Harimau Mengaung


Kaligrafi : Wordpres.com


Kalau ada orang yang melatih kucing piaraannya untuk bisa mengaung sebagaimana layaknya singa, tentu orang tersebut dikatakan sebagai orang bodoh; karena tidak mungkin kucing bisa mengaung.

Begitu juga sama bodohnya jik ada orang yang melatih ayam piaraannya untuk bisa berciut seperti
burung. Karena memang itu mustahil. Sama juga jika ada instruktur gajah di kebun binatang yang melatih gajahnya untuk bisa memanjat pohon seperti monyet. Pasti orang akan mengatakan bahwa instruktur gajah itu adalah orang gila; gila dalam arti sebenarnya yang tidak bisa menggunakan otak sebagaimana mestinya.

Harusnya memang ajarilah kucing untuk jadi seperti kucing. Begitu juga ayam, jangan dipaksa jadi seperti burung. Dan jangan jadikan monyet sebagai ukuran dan buah cinta melatih gajah. Kalau buah cintanya kacau, kacau juga hasilnya.

Nah, karena itulah Allah s.w.t. memerintahkan kita untuk mengikuti Muhammad s.a.w.; karena beliau s.a.w. sama manusianya seperti kita. Dan menjadi tidak ada alas an bagi kita untuk tidak bisa mengikuti Muhammad s.a.w.; karena beliau bagian dari kita juga.

Dan itu yang ditegaskan Allah s.w.t. sejak dulu, bahwa Dia s.w.t. akan mengangkat dari kalangan
kita sendiri sebagai Nabi dan panutan.

Telah datang kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian (manusia), dia merasa berat dengan apa yang kalian derita, dan dia menginginkan keringanan bagi kalian, penyantun dan penyayang bagi orang-orang beriman. (altaubah 128)

Sebagaimana kami telah utus kepada kalian seorang rasul kalangan kalian sendiri yang membacakan untuk kalian ayat-ayat kami dan mengajarkan kalian Kitab serta Hikmah dan juga segala apa yang klian tidak ketahui. (al-baqarah 151)

Maka kami utus kepada mereka Rasul dari kalangan mereka sendiri agar mereka menyembah Allah, yang tidak ada tuhan selain- Nya, tidak kah kalian mau bertaqwa (al- Mukminun 32


Kaligrafi :Wordpres.com

Ayat-ayat di atas menunjukkan kepada kita bahwa kita tidaklah diperintah untuk mengikuti malaikat yang mereka tidak memeliki nafsu. Akan tetapi kita diperintah untuk mengikuti Muhammad s.a.w. yang
sama manusia seperti kita.

Tentu agar kita bisa mengikutinya; karena beliau sama seperti kita, yang makan, tidur serta juga memiliki keinginan syahwat kepada lawan jenis. Nabi Muhammad s.a.w. pun kadang marah juga
kadang senang yang sama seperti kita.

Selain itu juga, ini sebagai bentuk keadilan Allah s.w.t. kepada Umat-Nya, bahwa memang Allah s.w.t.
tidak akan pernah menzalimi hamba-Nya; kecuali hamba-Nya itu sendiri yang berbuat zalim untuk
dirinya sendiri. Adilnya Allah s.w.t. memerintahkan kita untuk mengikuti Nabi yang sama dari kalangan manusia juga. Agar tidak ada nanti di akhirat yang menunut kepada Allah s.w.t. karena merasa dizalimi sebab harus mengikuti rasul dan nabi yang berasal dari malaikat atau jin.

Dan itu ditegaskan oleh Allah s.w.t. dalam FirmanNya di ayat 95 surat al-isra’:

Katakanlah (Muhammad) kalau seandainya yang ada di bumi ini adalah para malaikat, pastilah kami utus kepada mereka seorang rasul yang juga dari kalangan malaikat. (al-Isra’ 95)


Ayat ini, sebagaiman disebut oleh Imam Ibn Katsir dalam kitab tafsirnya, bahwa menjadi penegasan bahwa Allah s.w.t. adalah maha adil dan tidak mungkin menzalimi hamba-Nya dengan memerintahkan mereka mengikuti contoh yang bukan bagian dari mereka.#

Manusia Yang Tidak Seperti Manusia Hal 10-13
Penulis :Ahmad Zarkasih, Lc

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama