Inilah 4 Keistimewaan Ibadah Haji yang Sangat Menggiurkan


Foto : idwikipedia

Lirilir.id,- Bulan dzulhijjah Secara bahasa, diatikan pemilik haji atau bulan haji. Dinamakan bulan Dzulhijjah, karena orang Arab, sejak zaman jahiliyah, melakukan ibadah haji di bulan ini. Orang Arab melakukan ibadah haji sebagai bentuk pelestarian terhadap ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissallam.
Bulan Dzulhijjah dari namanya saja sudah menggambarkan keistimewannya. Iya, bulan yang ada ibadah haji di dalamnya. Ibadah haji tak dianggap sah jika tidak dilakukan di bulan Dzulhijjah.

Allah berfirman:
“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji…” (QS al-Baqarah: 197).
Ustadz Hanif Luthfi, Lc., MA dalam bukunya Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing menyebutkan 4 keistimewaan Ibadah Haji sebagai berikut :

1. Pahalanya Surga

Dalam sebuah hadits shahih, disebutkan bahwa janji pahala haji adalah surga.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah  bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain riwayat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah 
bersabda:

“Iringilah ibadah haji dengan (memperbanyak) ibadah umrah (berikutnya), karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup besi panas menghilangkan karat pada besi, emas dan perak. Dan tidak ada (balasan) bagi (pelaku) haji yang mabrur melainkansurga” (HR. Imam at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ahmad).

Foto :idwikipedia

2. Diampuni Dosanya

Orang yang telah melakukan ibadah haji dengan tanpa berbuat maksiat, maka pulang dalam keadaan terampuni dosanya, sebagaimana anak bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya. Sebagaimana hadits:

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Aku pernah mendengar Nabi bersabda, “Siapa yang berhaji karena Allah, lalu ia tidak berkata kotor dan berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari ketika dilahirkan ibunya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain disebutkan:
Dari Abu Hurairah r.a., bahwasannya Rasulullah  bersabda, “Umrah (satu) ke umrah (lainnya) itu dapat melebur terhadap dosa di antara keduanya, sedangkan haji yang mabrur itu tidak ada balasan (yang pantas) untuknya kecuali surga.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain disebutkan:

Dari Umar r.a. dari Nabi, beliau bersabda, “Dekatkanlah kalian antara haji dan umrah (baik haji diikuti dengan umrah atau umrah diikuti dengan haji), karena sesungguhnya mendekatkan di antara keduanya itu dapat menghilangkan kefaqiran dan dosa-dosa (yang kecil-kecil) sebagaimana kir (tempat yang digunakan untuk menyalakan api) dapat menghilangkan kotoran besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala (yang pantas) bagi haji mabrur kecuali surga.” (H.R. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)


Foto : idwikipedia

Amalan Paling Utama

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Nabi  ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau  menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi .” (HR. Bukhari) 
 

4. Dikabulkan Doanya

Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi beliau bersabda:

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah).

Bagaimana sangat menggiurkan bukan ? Semoga kita semua bisa segera berhaji. Amin..#

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama